Click If You Want To Know

Wednesday, 17 May 2017

Greetings

Hello, folks.

It has been a while since my last post and I'm kinda miss my blog so much. Well, it has been 2 years anyway, and for that long I hadn't logged in to my blogger account. I usually checked my blog stats, whether anyone still willing to visit this untouched blog. And I did it some time ago, and there were some viewers who visit this blog. Horee, thank you! ^^

As I checked my blog stat, I wondered whether I was still able to write a post or not, even if just a random one. So, here I am. If you, my loyal readers (if any), are wondering why I hadn't posted anything for the last 2 years, well, I would gladly to tell you the reason behind it (who cares anyway? lol).


Monday, 17 August 2015

Welcome Back Home!

   I don't really know what to say in my very first post after a-long-break from this blog.

   First of all, I want to welcome myself. WELCOME BACK! It's been a while not to write any post here, and been tired of cleaning the thick dust and spiderweb around *kibas kerudung*

   Second, I am really sorry to whoever which feel lost of my appearance in this blog, muahahaha. However, fellas, I'm not promising I will be here so often.

   Third, I want to say HAPPY INDEPENDENCE DAY, MY DEAREST INDONESIA! 70-year-old is kinda.... well, my country is really getting old. A lot of things happen, including the currency which is getting weaker day-by-day.

   Well, it's not my very first attempt ti re-write a post here. Some posts are just hanging up in my draft folder, I let them unpublished. Not really important things though. It's been really 'hard' to write a post. Seems like I have lost my sense of 'writing' temporarily since I just want to focus on making my research proposal. 'Writing' is kinda a hard thing to do even my heart sometimes say, "Write your idea! Write your metaphors!" and I just left it behind and continued reading so many journals for my proposal's references.

Thursday, 1 January 2015

Happy Renew The Calendar!

   Dear all, let me say this...

HAPPY NEW YEAR 2015!
I HOPE THIS YEAR WILL BE MORE AND MUCH MORE BETTER THAN BEFORE!

*Tiup terompet*
*Bakar petasan*
*Bakar kembang api*
*Lempar-lemparin slide dan catetan*

   Well, how's your new year celebration guys? Mine is just staying at home with my lovely boarding friends, having some BBQ, french fries, and soda at midnight, doing selfie together, playing Uno card until we get tired, and nothing is warmer than that if you are so far away from home and getting stuck because of the final exam weeks. What more can I describe the meaning of happiness is?

   It is really something when we celebrate the new year in the middle of final exam weeks. Kalau anak-anak nggak pada heboh mau belanja bahan buat BBQ, mungkin saya nggak bakal sadar ini adalah malam tahun baru. Yeah, beberapa menit sebelum dimulai acara makan-makan, saya masih saja stuck di kamar sambil ngeliatin slide *sok rajin *padahal cuman ngeliatin aja.

   Dan seharusnya saya posting Resolusi Tahun 2015 beberapa hari yang lalu. Karena kendala yang saya hadapi sangat berat, maka saya putuskan malam ini, mau tidak mau, capek tidak capek, saya harus tetap menulis *tapi tetep aja baru di posting pagi =_=.

Wednesday, 31 December 2014

Random Special Tahun Baru!


   Hey there, I’m back! *nyapuin sarang laba-laba*

   Yes, this is my random post for new year edition! *okelah post pertama tahun baru belum-belum udah random ajah*

   Setelah berbulan-bulan disibukkan dengan tugas turun lapang untuk 7 mata kuliah, laporan kelompok mingguan, tugas individu setiap minggu yang bergantian tiap mata kuliah, kepanitiaan yang tak berujung dari ospek di bulan Agustus sampai acara olimpiade olahraga fakultas yang berakhir bulan Desember, langsung lanjut Ujian Akhir Semester, akhirnya saya bisa memposting tulisan yang bener-bener ‘bener’. Karena saking sibuknya tiap hari tiap minggu, saya sama sekali nggak sadar ini udah di penghujung tahun aja. Dan postingan selama setahun ini................... *mingkem ngeliat archieve*

   Ada kebiasaan yang saya lakukan setiap memasuki penghujung tahun seperti ini. Yess, New Year Resolutions! Tapi sepertinya untuk tahun depan, resolusinya sedikit berbeda dari biasanya. Biasanya saya mendaftar apa saja yang ingin saya targetkan selama setahun ke depan. Kini? Ah, banyak sekali target yang ingin dimasukkan sebenarnya. Tapi, setelah menelaah kejadian satu semester terakhir ini, saya pikir-pikir ulang. Beneran manusia itu maunya banyak banget ya, tapi nggak kebanyakan nggak lihat proporsi/kemampuan dirinya sendiri. Contoh real, saya.

Saturday, 18 October 2014

Liebster Award (Versi Telat)


   Jadi ceritanya nggak ngeh pas Ines sama Onil tiba-tiba nyuruh buat ngecek blog mereka. Kirain ada tugas negara apa, ternyata yang beginian, haha. Ada sih sejenis begini di Instagram and I've just done that couple days ago and it's quiet fun! And I think this time is much more fun! Soalnya saya suka banget kalo disuruh nulis dan cerita. Since I was tagged by OnilSanti, and Ines, and I (finally) have quiet a lot of time, I'll do my challenge to answers 11 (times 3 people means 33) questions. Udah kayak artis lagi di-interview aja ya, lol.

Monday, 13 October 2014

Setiap


Setiap tetes air yang turun dari wajahmu
Setiap niat yang kau bisikkan dalam hati
Setiap tekad yang tergantung di depan dahimu
Setiap mimpi yang ingin kau raih
Setiap doa yang terpanjat dari tiap malammu
Setiap usaha yang kau perjuangkan

Friday, 12 September 2014

A Letter To A Man

Dear Man,

   I really don't know what to tell you, how to thank you for everything you've been done in my whole life. And now you're getting older makes me have so many things to think about, especially how to keep struggling and maintaining my family with my own way. I know it hasn't been my turn yet, but my heart and my mind always say that it's your time to be independence and to think about your family.

Sunday, 17 August 2014

Happy Independence Day, Indonesia!

   First of all, I've already been back here in Bogor because I have so many responsibilities to do here for these 2 weeks. And I feel so jet lag here.

   Second, it's quite something for me to write a post right after I'm waking up. Well, I've been awaken by chats for two days. Yeah, those chats really something that usually I couldn't wake up this easy by the sound of incoming chats.

   Third, well, I have to say this.

Thursday, 7 August 2014

Random Part 9

   It's very early morning when suddenly there's something coming to my mind. Setelah sehari mengkhatamkan dua novel Tere Liye (Al-Qurannya kapan khatam btw, Ret?), ada yang membuat hati saya sedikit tergerak untuk menuliskan postingan random. Ya, random karena saking abstraknya topik yang akan saya tuliskan, lol.

   Jadi, beberapa hari ini saya sering bolak-balik Gramedia untuk mengecek apa buku yang saya tunggu sudah available atau belum, dan ternyata belum. Dan, saya cukup kecewa karenanya. Untungnya masih ada novel Tere Liye yang belum pernah saya baca di kumpulan buku 'Best Seller'. So, I grabbed it, and I 'ate' it clearly until this morning. Salah satu novelnya punya judul yang sangat indah, that's really a beautiful title, tapi entah mengapa saya 'kurang' suka isinya. Bukan karena storyline-nya jelek, sangat bagus. Keren bahkan. Cuman saya sedikit sensitif dengan genre yang dibawa: percintaan.

Saturday, 26 July 2014

Curhatan dari Dalam Hati Banget: Sebuah Kekecewaan

   Pada beberapa postingan sebelumnya, saya sempat berkata akan membuat postingan tentang curahan hati saya paling dalam mengenai apa yang waktu itu sedang memanas di social media manapun. Entah mengapa semuamuanya ribut dan banyak opini yang menjelek-jelekkan. Okay, you know what I mean. PEMILU CAPRES 2014.

   Plus satu lagi, serangan agresi Israel pada Palestina di jalur Gaza. But, this one is not as "hot" as the first one.

   Jadi, ceritanya kebetulan saya ada di warnet dan lagi fokus mengerjakan sesuatu. Sekalian saya buka beragam socmed saya (cuman dua sih sebenernya, plus blog waktu itu). Timeline saya isinya full tentang dua berita itu.

Tentang Rindu Entah Untuk Siapa

Semesta tahu itu rindu, tapi entah kepada siapa

Apakah kamu merasakan sesak yang membebat dadamu hingga kamu tak sanggup untuk menahannya? Sayang, itu rindu. Tapi kepada siapa?

Sejenak satu dari seribu nama yang kamu tahu tiba-tiba mengisi aliran kapiler-kapiler otakmu, beserta darah dan seluruh sari-sari metabolisme tubuhmu, membuatmu semakin penasaran pada sosok yang memiliki nama indah itu. Hatimu ragu bahwa itu rindu. Rindu untuk siapa?

Bagaimana Bila Kamu yang Membuatku Jatuh Cinta


Coba dengar,
Selama ini kamu bercerita uring-uringan dihadapanku
Tentang perasaanmu yang kalang kabut setiap kali bertemu
Tentang rindu-rindumu yang tertahan
Tentang keinginanmu yang tak bisa tertuang
sebab, kamu perempuan
Tidak dan jangan memulai duluan, katanya

Batas

Kau dan aku saling berbagi punggung
Kita menatap langit yang berbeda, berlawanan
Kamu menatap langit di atas sebuah bayang,
dan aku menatap langit lainnya di atas sebuah bayang lain
Aku tak pernah menghadirkan sekat di antara punggung kita, tak mau
Biarkan angin menyelip sesuka hati di antara keduanya
Dan menggelitik geli semua imajinasi yang kita buat
Batas kita hanya seuntai garis imajiner yang tipis dan beku
Biarkan aku yang meniupkan angin tipis dari belakangmu
Tanpa perlu kau melakukan hal serupa
Karena ketika kau pernah sekali menyerobot masuk dan membisikkan kata,
Kata itu terpatri di dasar hati
Maka bayang di hadapanku kini semakin pekat membentuk pola yang tidak kuhendaki
Aku tak ingin pola itu membentuk batas tebal di antara punggung kita
atau malah menghapus segala batas yang kita sepakati
Biarkan aku tahu apa yang aku tahu
Biarlah kau tahu apa yang kita tahu
Tanpa perlu aku tahu apa yang hanya kau tahu: bayang di depanmu

Meaning of Move On For Me Is...

   Entah ada badai apa, seseorang bertanya kepada saya, "Kamu belum move on ya?" Inti dari segala basa-basinya sih begitu.

   Well, bagi beberapa orang yang saya tahu termasuk saya sendiri, saya sudah lama move on. Serius. Indikator move on apa sih? Mungkin bagi beberapa orang sedikit beda ya, tapi bagi saya move on itu adalah ketika kita benar-benar tidak meratapi apa yang di belakang dan terus menatap ke depan tanpa batas dan melakukan apapun untuk ke depannya lebih baik lagi. Intinya, ya melupakan apa yang terjadi kemarin dan kembali fokus untuk menghadapi rintangan di depan. Sejenis kalau lagi ngerjain ujian: datang, kerjakan, lupakan.

   Kalau ngomongin mantan, well, nggak ada salahnya mantan itu dikenang, tho?

Thursday, 24 July 2014

Golden


You are golden,

Precious as a prayer flying up through the air
While the rain is falling
Golden, timeless as a kiss
Baby I don't wanna miss another perfect moment
To tell you, how you make me feel
The day you strolled in, my heart was stolen
Cause you are golden

Lady Antebellum - Golden


Friday, 11 July 2014

Let's Do This!

   It's already been... July.

   Kalau udah waktunya pulang kampung selalu nggak nyadar kalau udah nggak ngeblog lama. Alasannya satu dan simple: nggak ada internet. Kalau di Bogor, bisa ke kampus dan manfaatin wifi yang cepetnya subhanallah, kalo di rumah? Kudu ke warnet. I'm totally serious. Sinyal modem nggak nyampe ke dalem rumah and it feels so... you know what I'm thinking.

   Well, talking about home, finally I'm home! Alhamdulillah, after having a great sickness for these 3 months called HOMESICK. Going back to Jember city, meet my real home, my old friends, my dear books. Tapi, begitu nyampe Jember langsung disuguhi sama kesibukan yang nggak biasa: magang. Tiap hari selama dua minggu. Alhasil berasa seperti masih sekolah dulu: pagi berangkat, sore baru pulang. But, it's totally fun! Alhamdulillah :)

   Saya paling nggak suka kalau liburan di rumah, tidur, doing nothing, terus berakhir ngegalau gara-gara nggak ada kerjaan. So boring. Alhamdulillah, kali ini dikasih kesempatan buat ngerasain magang yang pertama kalinya, meskipun cuman dua minggu. Meskipun harus jauh dari rumah, berangkat sejam sebelum waktu masuk, harus ngebut di jalan, but it's okay. Karena baru beberapa hari saya merasakan magang, saya merasa belajar banyak sekali hal! Tentang dunia kerja, tentang bagian yang saya ambil, tentang real work!

Thursday, 26 June 2014

Berdiri

   Kala itu aku berdiri di depan pagar yang membatasi dunia kita. Melihat ke arah tamanmu yang indah, seperti mimpiku bertahun-tahun yang lalu yang akhirnya menjadi nyata. Senyumku tertahan di sudut bibir, antara meresapi dunia mimpi dan menghadapi dunia nyata. Tidak ada hujan, matahari pun bersinar terang. Udara kering, angin serasa tak bergerak. Tak ada tanda-tanda alam yang bisa memberikan model yang tepat untuk menggambarkan takdir kita. Mungkin aku punya seribu alasan untuk tetap merindumu, namun aku juga punya seribu alasan untuk diam dan menguburnya di dasar bumi. Aku takkan pernah punya satupun alasan untuk menangis ataupun tertawa, tapi aku masih sejuta kata yang aku rangkai menjadi harapan. Rangkaian itu yang setiap senja aku kirim ke depan pagar itu untuk kamu nikmati setiap kamu datang maupun kembali. Sadar ataupun tidak, hatimu memilih kembali.

Monday, 16 June 2014

Postingan Akhir Semester (Curhatan Yang Mau Semester 5)


     Well, di tengah hecticnya persiapan UAS dan penyelesaian laporan serta tugas akhir, grup kelas kuliah saya seperti mendapat “angin segar” dengan berita menikahnya salah satu teman saya. Iya, teman angkatan saya, satu kelas. Berita bahagia itu sebenarnya sudah menyebar cukup lama. Dan di awal Bulan Juni ini ia melakukan akad maupun resepsi pernikahannya. Teman-teman saya, yang notabene kebanyakan bermental anak kosan, lol, kidding guys, banyak yang bersemangat untuk menghadiri acara resepsi pernikahan. Ya, saya yakin mereka ke sana bukan cuman mau cari makan gratis, tapi juga ingin mengucapkan selamat berbahagia karena telah menempuh hidup baru untuk salah satu teman kami J. Semua orang merasakan sukacitanya (berasa kayak tahun baru aja, ya). Ya, alhamdulillah bisa mengendurkan ketegangan akibat segala kesibukan UAS preparation + kegiatan yang berjubel banget akhir-akhir ini. Setelah itu... welcome to the hell world named FINAL EXAMINATION! *buang kertas* *buang modul* *grab novel*

Friday, 6 June 2014

Hujan (di) Bulan Juni

Hujan Bulan Juni
karya: Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon berbunga itu

1989

"
  Pertama kali saya jatuh cinta dengan puisi ini adalah ketika saya membaca judulnya: "Hujan Bulan Juni". Benar, seharusnya tidak ada hujan di Bulan Juni karena, jika cuaca masih menuruti prosedur musim, Juni adalah musim kemarau.
   Tapi, tidak. Bukan karena Juni adalah musim kemarau yang menjadi kecintaan saya selanjutnya pada puisi ini.

Apa Impianmu Hari Ini?


   Pernah nggak pas masih sekolah kepikiran mau jadi apa pas sudah besar, mau masuk kuliah mana, mau berkecimpung di dunia seperti apa?

   Most of you must've thought about it, I'm pretty sure. Now the real question is, apa kuliahmu atau dunia kerjamu sekarang sudah sama seperti yang kamu bayangkan dulu? Atau paling nggak nyerempet lah, atau masih batu loncatan dulu kek atau gimana?

   Before that, I want to share about my dream. Pretty old dream.